Laman

nature

nature
kampoeng

Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 08 Desember 2012

makalah farmakologi tentang hormon pertumbuhan


MAKALAH FARMAKOLOGI TENTANG HORMON ESTROGEN, PROGESTERON, DAN ANDROGEN


DISUSUN  OLEH :

NUR AENI




AKADEMI KEBIDANAN MAKASSAR
TAHUN  AJARAN  2011 /2012


BAB I
PENDAHULUAN
Estrogen dan progesteron merupakan hormon streroid kelamin endogen yang diproduksi oleh ovarium,korteks adrenal,testis dan plasenta pada masa kehamilan. Kedua jenis hormon ini dan derivat sintetiknya mempunyai peranan penting pada wanita dalam perkembangan tubuh, proses ovulasi, fertilisasi, implantasi, dan dapat mempengaruhi metabolisme lipid,kabohidrat, protein dan mineral. Juga berperan penting pada pertumbuhan tulang,spermatogenesis dan behavior.
Androgen adalah istilah generik untuk senyawa alami atau sintetis, biasanya hormon steroid , yang merangsang atau mengendalikan pembangunan dan pemeliharaan karakteristik maskulin vertebrates untuk mengikat ke androgen receptors. Ini termasuk aktivitas dari aksesori organ sek laki-laki dan perkembangan karakteristik seks sekunder.

Tujuan penulisan
Ø  Untuk mengetahui pengertian dari hormon estrogen,progesteron dan androgen
Ø  Untuk mengetahui fungsi dari hormon estrogen,progesteron dan androgen
Ø  Untuk mengetahui mekanisme kerja dari hormon estrogen,progesteron dan androgen
Ø  Untuk mengetahui indikasi dan kontra indikasi dari hormon estrogen,progesteron dan progesteron





BAB II
PEMBAHASAN

A.   Hormon Estrogen

*      Pengertian hormon estrogen
Baik estrogen maupun progesteron adalah hormon wanita. Estrogen merupakan hormon steroid kelamin karena memiliki struktur kimia berintikan steroid dan secara fisiologik sebagian besar diproduksi oleh kelenjar endokrin sistem reproduksi.
Hormon estrogen adalah hormon steroid seks dengan 18 atom C dan dibentuk terutama dari 17-ketosteroid androstenedion. (Sarwono Prawirohardjo, ilmu kandungan).
Berdasarkan struktur kimia, estrogen yang digunakan dalam terapi dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
1.      Zat steroida: Estradiol, Estron dan Estriol, derivat sintetisnya Etiestradiol, Mestranol dan Epimestrol.
1.      Zat non-steroida: Dietilstilbestrol, Dienestrol dan Fosfestrol.
*      Fungsi dari hormon estrogen
  1. merangsang pertumbuhan organ seks anak perempuan, seperti halnya payudara dan rambut kelamin, dikenal sebagai karakteristik seks sekunder.
  2. Estrogen juga mengatur siklus menstruasi.
  3. Menjaga kondisi dinding vagina dan elastisitasnya, serta dalam memproduksi cairan yang melembabkan vagina.
  4. Mereka juga membantu untuk menjaga tekstur dan fungsi payudara wanita.
  5. Mencegah gejala menopause seperti hot flushes (rasa panas didaerah tubuh bagian atas dan gangguan mood)
  6. Mempertahankan fungsi otak.
  7. Mengatur pola distribusi lemak di bawah kulit sehingga membentuk tubuh wanita yang  feminine
  8. Meningkatkan pertumbuhan dan elastisitas serta sebagai pelumas sel jaringan (kulit, saluran kemih, vagina, dan pembuluh darah).
  9. Estrogen juga mempengaruhi sirkulasi darah pada kulit, mempertahankan struktur normal kulit agar tetap lentur, menjaga kolagen kulit agar terpelihara dan kencang serta mampu  menahan air.
  10. Produksi sel pigmen kulit
  11. Pada pria, estrogen tidak memiliki fungsi yang diketahui. Namun, kadar yang terlalu tinggi dapat mengurangi selera seksual, menyebabkan kesulitan ereksi, pembesaran payudara, dan kehilangan rambut tubuh pada beberapa pria.


*      Mekanisme kerja hormon estrogen
Reseptor estrogen berupa protein telah ditemukan dijaringan target yaitu disaluran reproduksi wanita,kelenjar payudara,hipofisis dan hipotalamus.estrogen terikat dengan reseptor protein di sitoplasma,setelah mengalami modifikasi ditranlokasikan di inti sel dan berikatan dengan kromatin.ikatan ini memacu sintesis Mrna dan protein,kemudian terjadi sintesis RNA dan protein lebih banyak dan terjadi stimulasis sintesis DNA.
*      indikasi dan kontra indikasi dari estrogen:
·         indikasi :
1.      Kontrasepsi. Estrogen sintetik paling banyak digunakan untuk kontrasepsi oral dalam kombinasi dengan progestin.
2.      Menopause. Pada usia sekitar 45 tahun umumnya fungsi ovarium menurun. Terapi pengganti estrogen dapat mengatasi keluhan akibat gangguan vasomotor, antara lain hot flushes, vaginitis atropikans dan mencegah osteoporosis.
3.      Vaginitis Senilis atau Atropikans. Radang pada vagina ini sering berhubungan dengan adanya infeksi kronik pada jaringan yang mengalami atrofi. Dalam hal ini, estrogen lebih berperan untuk mencegah daripada mengobati.
4.      Osteoporosis. Keadaan ini terjadi karena bertambahnya resorpsi tulang disertai berkurangnya pembentukan tulang. Pemberian estrogen dapat mencegah osteoporosis berkelanjuitan atau dapat pula diberikan estriol.
5.      Karsinoma Prostat. Karena estrogen menghambat sekresi androgen secara tidak langsung maka hormon ini digunakan sebagai terapi paliatif karsinoma prostat.
·         Kontraindikasi
a. Kehamilan teratogenik
b. Neoplasma yang tergantung estrogen
c. Perdarahan pervaginam
d. Kerusakan hati
e. Kelainan tromboembolik




B.   Hormon Progesteron
*      Pengertian hormon progesteron
Progesteron adalah hormon wanita lain dalam tubuh dengan efek progestogenik. Progesterone bertanggung jawab pada perubahan endometrium pada paruh kedua siklus mestruasi. Progesterone menyiapkan lapisan uterus (endometrium) untuk penempatan telur yang telah dibuahi dan perkembangannya, da mempertahankan uterus selama kehamilan.
Terdapat beberapa senyawa sintetik yang berefek progestogenik dan beberapa diantaranya juga berefek androgenik atau estrogenik yang disebut golongan progestin.
Secara kimia, progesteron dibagi menjadi 2 kelompok:
  1. Derivat progesteron: hidroksiprogesteron, medroksiprogesteron, megestrol, dan didrogesteron.
  2. Derivat testosteron: noretisteron, tibolon, norgestrel, linestrenol, desogestrel, gestoden dan alilestrenol.
    Semua zat ini memiliki efek androgen kecuali Alilestrenol. Linestrenol, Noretisteron dan Tibolon berefek estrogen. Norgestrel, Desogestrel dan Gestoden memiliki efek antiestrogen yang kuat, begitu juga dengan Noretisteron, Linestrenol, Megestrol dan Medroksiprogesteron tetapi lebih lemah.
*      Fungsi Progesteron :
1.      Hormon ini membangun lapisan d dinding rahim untuk menyangga plasenta dalam rahim.
2.      Mencegah terjadinya gerakan alami yang berupa kontraksi rahim selama kehamilan, sehingga mencegah kelahiran dini.
3.      Hormon ini yang bertanggung jawab atas menurunnya gairah seks selama hamil.  
4.      Membantu menyiapkan payudara untuk menyusui
5.      Progesteron juga menyebabkan perut kembung dan susah buang air besar
6.      Mempengaruhi suasana hami ibu hamil, meningkatkan suhu tubuh, meningkatkan pernafasan dan menyebabkan mual
7.      Kontrasepsi. Beberapa derivat progestin sering dikombinasikan dengan derivat estrogen untuk kontrasepsi oral.

8.      Disfungsi perdarahan rahim. Perdarahan rahim akibat gangguan keseimbangan estrogen dan progesteron tanpa ada kelainan organik antara lain perdarahan rahim fungsional. Untuk menghentikan perdarahan yang berlebihan dan pengaturan siklus hadi dapat diberikan progestin oral dosis besar.
9.      Nyeri haid. Pemberian kombinasi estrogen dengan progestin diindikasikan untuk nyeri haid yang tidak dapat diatasi dengan estrogen saja.

*      Mekanisme Kerja Hormon Progesteron
• Mekanisme
a. Menginduksi sintesis protein spesifik
b. Reseptor intrasel
• Farmakokinetik
Dimetabolisme oleh hati menjadi glukoronida atau konjugat sulfat. Sebagian besar dosis awal cepat didegradasi oleh metabolisme lintasan pertama, sehingga progesterone tidak mencapai jaringan bila diberikan secara oral. Progestin sintetis sebaliknya tidak rentan terhadap metabolisme lintasan pertama sehingga dapat diberikan secara oral.
*      Indikasi dan Kontraindikasi Hormon Progesteron
• Indikasi
a.       Kontrasepsi
Beberapa derivat progestin sering dikombinasi dengan derivat estrogen untuk kontrasepsi oral.
b.      Disfungsi perdarahan rahim
Perdarahan rahim akibat gangguan keseimbangan estrogen ndan progesteron tanpa ada kelainan organik antara lain perdarahan rahim fungsional.
c.       Nyeri haid
Pemberian kombinasi estrogen dan progesteron diindikasikan pada nyeri haid yang tidak dapat diatasi oleh estrogen saja.
d.      Endometriosis

• Kontraindikasi
a. Ganguan fungsi hati
b. Payah jantung
c. DM
d. Asma




C.   Hormon Androgen

*      Pengertian hormon androgen
Androgen adalah hormon seks yang biasanya diproduksi hanya oleh testis pria, namun juga diproduksi dalam jumlah kecil oleh rahim wanita dan kelenjar adrenalin yang terdapat pada pria dan wanita. Androgen membantu memulai perkembangan testis dan penis pada janin laki-laki. Mereka memulai proses pubertas dan mempengaruhi pertumbuhan rambut pada wajah, tubuh, dan alat kelamin, mendalamkan suara, pertumbuhan otot, karakteristik seks kedua pria. Setelah pubertas, hormon androgen - khususnya testosteron - memainkan peran dalam pengaturan gairah seks.
*      Fungsi hormon androgen

Fungsi androgen tergantung dari periode kehidupan laki - laki. Pada masa embrio (12 – 18 minggu) fungsinya ialah pembentukan fenotip laki – laki, pada masa neonatus (2 bulan) funsinya ialah penandaan susunan syaraf dalam hal tingkah laku dan fungsi seksual laki – laki,pada masa pubertas fungsinya ialah anak laki – laki menjadi dewasa,baik dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang rangka otot maupun karakter seksnya.

*      Mekanisme kerja hormon androgen

Hormon ini cukup berpengaruh pada penampilan kulit dan pertumbuhan rambut, yaitu dengan menstimulasi akar rambut dan kelenjar sebum (kelenjar minyak) yang terletak di bagian atas akar rambut.
Kelenjar sebum menghasilkan sekresi lemak atau minyak yang berfungsi melumasi rambut dan kulit. Tetapi bila berlebihan minyak ini akanmemicu tumbunya akne atau jerawat, sehingga mengganggu keindahan penampilan kulit. Gangguan kelenjar sebum juga bisa mengakibatkan alopesiaandrogenika (kebotakan), terutama pada pria. Sebaliknya pada wanita,ketidakseimbangan hormon Androgen (hormonal imbalance) bisamenyebabkan hirsutisme di mana rambut tumbuh berlebihan di daerah-daerahyang tidak semestinya.
Aktivitas kelenjar sebum sangat dipengaruhi hormon androgen. Kerjakelenjar ini memuncak pada saat seseorang mencapai masa pubertas. Semakintinggi tingkat kerjanya, semakin banyak pula sekresi yang dihasilkan kelenjar ini. Sekresi kelenjar sebum pada pria lebih tinggi secara signifikan ketimbang pada wanita. Tak heran kulit wajah pria tampak lebih berminyak dibandingwanita.
Meningkatkan perkembangan dan pemeliharaan organ seks pria, produksi sperma,, massa otot, libido, dan ciri seks sekunder lain.

*      Indikasi dan kontra indikasi hormon androgen:

·         Indikasi :

Defisiensi androgen (defisit pertumbuhan, impotensi), pubertas terlambat pada pria, meringankan kanker payudara, pembengkakan dan nyeri payudara pasca persalinan,osteoposis,infertilitas.

·         Kontraindikasi

Wanita –virilisme (hirsutisme), menstruasi yang tidak teratur. Pria-hiperplasia atau kanker prostate, ginekomastia (dosis tinggi pada penyakit hati), kebotakan berpola, penurunan jumlah sperma (umpan balik negatif). Kedua jenis kelamin – hiperkalsemia, koagulopati, retensi air dan natrium, hiperlipidemia, aterosklerosis, hepatitis kolestasis, kanker hati.











BAB III
PENUTUP

Baik estrogen maupun progesteron adalah hormon wanita. Estrogen merupakan hormon steroid kelamin karena memiliki struktur kimia berintikan steroid dan secara fisiologik sebagian besar diproduksi oleh kelenjar endokrin sistem reproduksi.
Sedangkan androgen adalah hormon seks yang biasanya diproduksi hanya oleh testis pria, namun juga diproduksi dalam jumlah kecil oleh rahim wanita dan kelenjar adrenalin yang terdapat pada pria dan wanita. Androgen membantu memulai perkembangan testis dan penis pada janin laki-laki. Mereka memulai proses pubertas dan mempengaruhi pertumbuhan rambut pada wajah, tubuh, dan alat kelamin, mendalamkan suara, pertumbuhan otot, karakteristik seks kedua pria. Setelah pubertas, hormon androgen - khususnya testosteron - memainkan peran dalam pengaturan gairah seks.









KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiran Allah SWT yang telah memberikan karunianya dan kemudahan,kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan maklah ini.shalawat serta salam selalu tercurah kepada Nabi besar kita Nabi Muhammad SAW yang kita nantikan syafaatnya di yaumul akhir .amin

Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada
1.      Dr. Anton ,selaku dosen pembimbing mata kuliah farmakologi
2.      Orang tua yang selalu memberi semangat dan dukungan
3.       pihak-pihak yang terlibat dalam penulisan makalah ini.
 Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran,karena dalam penulisan makalah ini penulis menyadari masih banyak terdapat kesalahan.Semoga maklah ini bermanfaat bagi yang membaca serta dapat menambah pengetahuan bagi yang mambaca . amin



DAFTAR PUSTAKA

1.
2. Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
4. farmakologi dan terapi.1995.jakarta:fakultas kedokteran – universitas indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar